Deskripsi
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
Rp 70.000
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
| Dimensi | 21 × 13,5 cm |
|---|
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha. Judul aslinya adalah “Qishashul Anbiya wa Tawarikhul Khulafa”, dan yang sekarang ada di tangan Anda adalah bagian yang mengisahkan kehidupan Rasulullah SAW.
Buku ini merupakan ringkasan sejarah yang disusun secara khusus oleh Tim Penerbit Fazilet
Kami memulai karya yang kami hadirkan dengan izin dan rahmat Allah SWT ini dengan menjelaskan keadaan bangsa-bangsa manusia di muka bumi yang digambarkan sebagai masa jahiliah (masa fatrah) sebelum datangnya Rasulullah SAW.
Selanjutnya, kami menjelaskan kelahiran Rasulullah SAW, masa kanak-kanak, masa remaja, dan pernikahan beliau.
Setelah itu, kami berusaha menerangkan kehidupan Rasulullah SAW selama 23 tahun yang dimulai dari masa kenabian hingga beliau wafat.
Kami pun menyelesaikan bagian Sirah Nabawiyah dalam karya ini dengan membahas penyakit, wafat, bentuk perawakan, akhlakul karimah, dan istri-istri Rasulullah SAW.
Pada bagian selanjutnya, kami berusaha menceritakan kehidupan Khulafaur Rasyidin yang merupakan teladan baik untuk semua orang, kepribadian dan karakter yang luhur mereka, khidmah mereka yang tidak ada bandingannya dalam penyebaran agama Islam, keadilan, pengorbanan, dan kisah-kisah teladan mereka.
Pada bagian terakhir, kami menerangkan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah yang melanjutkan kekhalifahan Islam, lalu kesultanan-kesultanan muslim Turki pertama, yaitu Bani Seljuk, Kesultanan Timuriyah, dan Daulah Utsmaniyah yang hingga saat ini namanya masih membuat bangsa-bangsa di dunia takjub dan kita pun sebagai anak cucunya merasa bangga.
BELI SEKARANG:
Buku ini merupakan ringkasan sejarah yang disusun secara khusus oleh Tim Penerbit Fazilet
Kami memulai karya yang kami hadirkan dengan izin dan rahmat Allah SWT ini dengan menjelaskan keadaan bangsa-bangsa manusia di muka bumi yang digambarkan sebagai masa jahiliah (masa fatrah) sebelum datangnya Rasulullah SAW.
Selanjutnya, kami menjelaskan kelahiran Rasulullah SAW, masa kanak-kanak, masa remaja, dan pernikahan beliau.
Setelah itu, kami berusaha menerangkan kehidupan Rasulullah SAW selama 23 tahun yang dimulai dari masa kenabian hingga beliau wafat.
Kami pun menyelesaikan bagian Sirah Nabawiyah dalam karya ini dengan membahas penyakit, wafat, bentuk perawakan, akhlakul karimah, dan istri-istri Rasulullah SAW.
Pada bagian selanjutnya, kami berusaha menceritakan kehidupan Khulafaur Rasyidin yang merupakan teladan baik untuk semua orang, kepribadian dan karakter yang luhur mereka, khidmah mereka yang tidak ada bandingannya dalam penyebaran agama Islam, keadilan, pengorbanan, dan kisah-kisah teladan mereka.
Pada bagian terakhir, kami menerangkan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah yang melanjutkan kekhalifahan Islam, lalu kesultanan-kesultanan muslim Turki pertama, yaitu Bani Seljuk, Kesultanan Timuriyah, dan Daulah Utsmaniyah yang hingga saat ini namanya masih membuat bangsa-bangsa di dunia takjub dan kita pun sebagai anak cucunya merasa bangga.
BELI SEKARANG:
Khalifah pertama dari empat khalifah besar sekaligus orang yang paling mulia dan utama di antara seluruh umat Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Arti dari “Abu Bakar” adalah tuan orang-orang yang mengerjakan shalat Tahajud pada sepertiga malam terakhir. Setelah Sayidina Abu Bakar RA, orang yang paling utama dan mulia di antara manusia adalah Sayidina Umar bin Khattab RA. Sayidina Umar bin Khattab RA menjadi khalifah setelah Abu Bakar RA. Sayidina Umar RA diberikan gelar “Al-Faruq”, yang artinya orang yang memisahkan kebenaran dan kebatilan.
Khalifah ketiga adalah Sayidina Utsman RA. Ia pernah menjadi menantu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam sebanyak dua kali. Oleh karena itu, ia diberi lakab ‘Dzunnurain’ yang artinya pemilik dua cahaya. Setelah Sayidina Utsman RA, orang yang paling mulia di antara manusia sekaligus khalifah keempat adalah Sayidina Ali RA.
BELI SEKARANG:
Allah SWT berfirman,
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah SWT, ikutilah aku, niscaya Allah SWT akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran: 31)
Rasulullah SAW bersabda,
“Kami adalah orang-orang yang terakhir (di dunia ini), dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum makhluk lainnya. Aku mengatakan sesuatu bukan karena aku merasa bangga, melainkan aku adalah kekasih Allah SWT.”
“Aku adalah pemimpin para nabi dan rasul, tidak ada rasa bangga (dalam diriku). Aku adalah nabi terakhir, dan tidak ada rasa bangga.”
“Pada hari kiamat nanti, aku akan menjadi pemimpin para nabi dan rasul, pembicara bagi mereka, dan pemilik syafaat (orang yang akan memberikan syafaat), dan tidak ada rasa bangga.”
Perlu diketahui bahwa cara yang terbaik dan paling sempurna
dalam mengenal Allah Subhânahû wa ta’âlâ dengan sebenar-benarnya,
menghambakan diri kepada-Nya sesuai dengan yang diperintahkan,
dan melaksanakan ibadah dan ketaatan hanyalah bisa diwujudkan
dengan mengenal dan memahami Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa
sallam yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta serta petunjuk
hidayah bagi kita dengan sebaik mungkin secara lahir dan batin.
Sebab, Al-Quranul Karim yang merupakan sumber utama agama kita
diturunkan kepadanya, lalu disampaikan kepada kita melalui beliau.
Al-Quranul Karim dan Sunah Nabawiyah adalah dua sumber
yang tidak terpisahkan, yang menunjukkan jalan yang benar bagi kita
di dunia dan akhirat serta membawa kita kepada kebahagiaan dan
keselamatan. Sebagaimana Allah Subhânahû wa ta’âlâ berfirman dalam
surah An-Najm, ayat ke-3 dan 4, “Dia (Rasulullah SAW) tidak pula berucap (tentang Al-Quranul Karim dan penjelasannya) berdasarkan
hawa nafsu(-nya). Ia (Al-Quranul Karim itu) tidak lain, kecuali wahyu
yang disampaikan (kepadanya).” Ayat karimah ini menunjukkan
bahwa setiap perkataan yang disampaikan Rasulullah Shallallâhu
‘alaihi wa sallam adalah wahyu dari Allah SWT. Oleh karena itu, segala
ucapan, perbuatan, dan kehidupan beliau itu sesuai dengan keridhaan
dan kehendak Allah Subhânahû wa ta’âlâ.
BELI SEKARANG:
Masukan nomor WA Anda untuk menerima informasi dan promo menarik kami.
Copyright © Penerbit Fazilet. All rights reserved.
Pembaca Bijak Adalah Pembaca yang Selektif.
Copyright © Penerbit Fazilet. All rights reserved.
