Deskripsi
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
Rp 70.000
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
Buku ini merupakan terjemahan karya Ahmad Jawdat Pasha, seorang negarawan dan sejarawan serta tokoh intelektual pada masa akhir Kekhalifahan Turki Utsmani.
| Dimensi | 21 × 13,5 cm |
|---|
Perlu diketahui bahwa cara yang terbaik dan paling sempurna
dalam mengenal Allah Subhânahû wa ta’âlâ dengan sebenar-benarnya,
menghambakan diri kepada-Nya sesuai dengan yang diperintahkan,
dan melaksanakan ibadah dan ketaatan hanyalah bisa diwujudkan
dengan mengenal dan memahami Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa
sallam yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta serta petunjuk
hidayah bagi kita dengan sebaik mungkin secara lahir dan batin.
Sebab, Al-Quranul Karim yang merupakan sumber utama agama kita
diturunkan kepadanya, lalu disampaikan kepada kita melalui beliau.
Al-Quranul Karim dan Sunah Nabawiyah adalah dua sumber
yang tidak terpisahkan, yang menunjukkan jalan yang benar bagi kita
di dunia dan akhirat serta membawa kita kepada kebahagiaan dan
keselamatan. Sebagaimana Allah Subhânahû wa ta’âlâ berfirman dalam
surah An-Najm, ayat ke-3 dan 4, “Dia (Rasulullah SAW) tidak pula berucap (tentang Al-Quranul Karim dan penjelasannya) berdasarkan
hawa nafsu(-nya). Ia (Al-Quranul Karim itu) tidak lain, kecuali wahyu
yang disampaikan (kepadanya).” Ayat karimah ini menunjukkan
bahwa setiap perkataan yang disampaikan Rasulullah Shallallâhu
‘alaihi wa sallam adalah wahyu dari Allah SWT. Oleh karena itu, segala
ucapan, perbuatan, dan kehidupan beliau itu sesuai dengan keridhaan
dan kehendak Allah Subhânahû wa ta’âlâ.
BELI SEKARANG:
Allah SWT berfirman,
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah SWT, ikutilah aku, niscaya Allah SWT akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran: 31)
Rasulullah SAW bersabda,
“Kami adalah orang-orang yang terakhir (di dunia ini), dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum makhluk lainnya. Aku mengatakan sesuatu bukan karena aku merasa bangga, melainkan aku adalah kekasih Allah SWT.”
“Aku adalah pemimpin para nabi dan rasul, tidak ada rasa bangga (dalam diriku). Aku adalah nabi terakhir, dan tidak ada rasa bangga.”
“Pada hari kiamat nanti, aku akan menjadi pemimpin para nabi dan rasul, pembicara bagi mereka, dan pemilik syafaat (orang yang akan memberikan syafaat), dan tidak ada rasa bangga.”
Buku Nabi Muhammad SAW dan Para Nabi Lainnya yang Disebutkan dalam Al-Quran ini merupakan rangkuman dari buku Qishashul Anbiya karya Ahmad Jawdat Pasha. Kehidupan para nabi diambil dari buku tersebut secara keseluruhan, sedangkan kehidupan Rasulullah SAW diambil secara ringkas.
Makhluk yang paling tinggi derajatnya adalah nabi terakhir, Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Segala sesuatu diciptakan karena beliau telah diciptakan. Seandainya beliau tidak diciptakan, niscaya segala sesuatu pun tidak akan pernah diciptakan.
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi tentang Nabi Muhammad SAW sebagai berikut, “Seandainya engkau tidak ada, niscaya aku tidak akan pernah menciptakan segala sesuatu.”
Karena telah menciptakan Nabi Muhammad SAW, Allah SWT juga menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini, seperti manusia, hewan-hewan, pohon-pohon, buah-buahan, dan segala sesuatu yang terlintas di pikiran kita. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir kepada umat manusia dan jin.
Karena merupakan penutup para nabi dan rasul, Rasulullah SAW disebut sebagai “Khatamul Anbiya”.
BELI SEKARANG:
Buku yang ada di tangan Anda saat ini adalah terjemahan dan ringkasan dari karya bernilai yang berjudul Rawdhur-Rayyâhîn fî-Hikâyâtis Shâlihîn yang disusun oleh seorang wali Allah dan ulama besar yang hidup pada abad ke-7 Hijriyah, Imam Yafi’i RH. Beliau menulis karya ini dengan mengambil sumber dari karya-karya para ulama dan wali besar lainnya. Pada bagian akhir buku ini, juga ditambahkan biografi singkat tentang tokoh-tokoh yang disebutkan dalam buku ini.Membaca dan mempelajari kisah-kisah para wali Allah dapat menjadi sebab tumbuhnya ketakwaan dan mahabbah serta cinta kepada para wali Allah di dalam hati, meningkatkan keinginan seseorang terhadap akhirat, dan menyadarkannya dari kelalaian. Rahmat Allah SWT turun ke tempat di mana orang-orang saleh disebutkan. Mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT adalah termasuk tanda mencintai Allah SWT. Maka dari itu, hendaknya kisah-kisah para tokoh besar ini kita baca, kita dengarkan dengan penuh perhatian, dan kita jadikan pelajaran, jangan sampai kita mengingkarinya. Semoga berkat hal ini, Allah SWT memandang hati kita sebagai hamba-Nya, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang layak mendapatkan rahmat Ilahi.
BELI SEKARANG:
Khalifah pertama dari empat khalifah besar sekaligus orang yang paling mulia dan utama di antara seluruh umat Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Arti dari “Abu Bakar” adalah tuan orang-orang yang mengerjakan shalat Tahajud pada sepertiga malam terakhir. Setelah Sayidina Abu Bakar RA, orang yang paling utama dan mulia di antara manusia adalah Sayidina Umar bin Khattab RA. Sayidina Umar bin Khattab RA menjadi khalifah setelah Abu Bakar RA. Sayidina Umar RA diberikan gelar “Al-Faruq”, yang artinya orang yang memisahkan kebenaran dan kebatilan.
Khalifah ketiga adalah Sayidina Utsman RA. Ia pernah menjadi menantu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam sebanyak dua kali. Oleh karena itu, ia diberi lakab ‘Dzunnurain’ yang artinya pemilik dua cahaya. Setelah Sayidina Utsman RA, orang yang paling mulia di antara manusia sekaligus khalifah keempat adalah Sayidina Ali RA.
BELI SEKARANG:
Masukan nomor WA Anda untuk menerima informasi dan promo menarik kami.
Copyright © Penerbit Fazilet. All rights reserved.
Pembaca Bijak Adalah Pembaca yang Selektif.
Copyright © Penerbit Fazilet. All rights reserved.
